Salah Satu Penyebab Gigi Berlubang

Salah Satu Penyebab Gigi Berlubang

Bulan September diperingati sebagai Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN). Tahun ini sudah memasuki masa peringatan yang kesembilan. Di mana tahun 2018 ini BKGN akan memberikan edukasi mengenai pentingnya melindungi kesehatan gigi seluruh anggota keluarga. Terutama dalam hal ini adalah risiko yang ditimbulkan oleh gula tersembunyi yang ternyata banyak kita konsumsi setiap hari.

Sebagai salah satu sumber karbohidrat yang paling penting dan paling mudah dicerna untuk memaksimalkan fungsi kerja tubuh dan otak, gula merupakan unsur makanan yang sangat dibutuhkan. Namun, untuk menghindari berbagai masalah kesehatan, World Health Organization (WHO) menganjurkan bahwa asupan gula dari semua sumber makanan dan minuman yang kita konsumsi tidak melebihi 50 gram per hari untuk dewasa (empat sendok makan) dan 30 gram per hari untuk anak (enam sendok teh), yang artinya kurang dari 10% dari total asupan energi.

Sayangnya, data Survey Konsumsi Makanan Individu (SKMI) Indonesia tahun 2014 menyatakan bahwa sebanyak 29,7% masyarakat Indonesia mengonsumsi gula harian melebihi batas rekomendasi tersebut.

Menurut dr. Diana F. Suganda, M.Kes, SpGK selaku seorang Spesialis Gizi Klinik yang WI temui dalam acara “Pepsodent Ajak Keluarga Indonesia Lindungi Kesehatan Gigi dari Risiko Gula Tersembunyi di “Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2018”, ia mengatakan bahwa gula memang sangat sulit untuk dihindari. Hal ini juga dialami ketika kita mulai menerapkan pola gaya hidup sehat. Beberapa jenis makanan dan minuman yang dianggap sehat pun ternyata tidak luput dari kandungan gula tersembunyi. Contohnya buah-buahan (baik buah asli maupun hasil olahannya), sereal, biskuit atau roti gandum, granola, minuman oat, puding, jeli, dan agar-agar atau jenis minuman seperti minuman isotonik, minuman diet, susu kacang, susu beras, susu almond, dan banyak lainnya.

Karena tidak sadar akan kandungan gula yang kita asup sehari-hari inilah yang kemudian menimbulkan satu masalah baru. Di antaranya adalah gigi berlubang.

Drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc. selaku Division Head for Health & Wellbeing and Professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia mengatakan, “Makanan atau minuman yang tidak manis sekalipun dapat mengandung gula tersembunyi penyebab gigi berlubang. Gula tersembunyi ini bisa hadir sebagai tambahan dalam makanan olahan, maupun secara alami di dalam bahan makanan.”

Digambarkan lebih lanjut oleh dr Mirah bahwa masalah gigi berlubang atau karies seringkali digambarkan sebagai 4 mata rantai yang saling berinteraksi. Yaitu host yang terdiri dari gigi dan air liur, mikroorganisme atau bakteri pada plak, substrat atau asupan makanan dan waktu.

Kondisi host dan mikroorganisme memang sangat tergantung dari kondisi alami dan perilaku kesehatan gigi masing-masing individu, namun substrat dan waktu sebenarnya merupakan faktor-faktor yang masih sangat dapat kita kendalikan.

”Bicara mengenai substrat, gula yang kita konsumsi diubah oleh mikroorganisme di dalam mulut sehingga kondisi pH mulut otomatis berubah menjadi asam dan proses karies pun terjadi. Selain substrat, faktor waktu menjadi hal penting lain yang harus diperhatikan, karena berhubungan erat dengan seberapa seringnya kita mengonsumsi gula, termasuk gula tersembunyi. Namun, proses karies akibat gula ini dapat dikendalikan dengan lebih mewaspadai konsumsi gula dan menginterupsi waktu pembentukan karies dengan rutin menyikat gigi pada pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride, serta berkonsultasi ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali,” pesan dr. Mirah.(NN)


---
Foto: Istimewa