Maria Anggriani: Primadona Fesyen Indonesia di Asia Tenggara

Maria Anggriani: Primadona Fesyen Indonesia di Asia Tenggara

Awal merintis usahanya, Maria tak menyangka bisa sebesar sekarang. Berawal dari membuat situs web untuk berbelanja aneka pakaiannya, kini Maria sudah membuka 55 toko yang tersebar di seluruh Indonesia. Bahkan sudah merambah ke luar negeri.
 

Sebelum memulai brand fesyennya, This is April, wanita kelahiran 30 April 1980 ini lebih dulu membuka restoran yang menyajikan masakan Indonesia sejak 2006.  

Setelah bisnis restorannya berjalan baik, Maria sering ikut suaminya, Martin Rusli yang seorang pebisnis saat ada pekerjaan di luar negeri. Memperhatikan fesyen orang-orang di luar negeri menginspirasinya untuk merintis bisnis fesyen.

“Seperti saat ke Jepang atau ke Hong Kong, saya suka melihat fesyen di sana,” kata Maria ketika dijumpai WI di rumahnya di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.

Niat itu ia sampaikan pada sang suami dan disambut baik. Tapi karena belum berpengalaman, suami Maria menyarankan untuk tidak langsung besar-besaran memulai bisnis pakaian. Tahun 2012 Maria mengawali secara online dengan membuka situs web www.thisisapril.com sebagai media berbelanja karena melihat belum banyak brand lokal yang melakukan hal serupa.

Maria memilih produksi model pakaian kasual untuk dipakai sehari-hari. Produknya menyasar para ibu muda atau wanita yang baru mulai bekerja. Dibantu satu karyawan dan stok barang yang tidak terlalu banyak, ia memulai bisnisnya.

Ternyata respons yang didapat tidak seperti yang diharapkan. Maria menelaah, saat itu masyarakat Indonesia belum terbiasa berbelanja online, apalagi produk baju atau sepatu.

“Ketika muncul di web April 2012, selama sebulan yang belanja tidak sampai 10 baju, itu juga sudah dibantu teman-teman. Sempat pesimis sih, tapi bagaimana? Barangnya sudah diproduksi,” kenangnya.

Di saat bersamaan, mulai ramai tempat yang menggelar bazar. Maria ikut serta dan memanfaatkan untuk mengenalkan This is April sekaligus situs web miliknya. Benar saja, baju-baju yang dijualnya laris manis dan mulai banyak yang berbelanja di situs webnya.

Merambah Malaysia

Beberapa bulan kemudian, Maria memutuskan untuk menjalani bisnis online dan offline-nya beriringan dengan membuka toko pertama mereka. Bukan hanya satu atau dua toko, memasuki tahun ke-enam ini sudah 55 toko yang dibukanya.

“Di saat orang-orang mulai tutup retail stores-nya, aku malah fokus  mengembangkan karena menurutku keduanya harus jalan berbarengan,” katanya seraya bersyukur.

Tak hanya di Pulau Jawa, Maria juga merambah luar Jawa seperti di Ambon, Palu dan Kupang.

“Menurutku di sana tetap ada wanita yang butuh baju berkualitas, masak harus tunggu mereka yang datang ke Jakarta? Kenapa nggak aku yang ke sana? Strategi itu efektif, respons pembeli juga senang,” jabarnya.

Menginjak toko ke-40, Maria coba membuka tokonya di luar negeri.

“Kenapa tidak This Is April yang ke luar negeri? Kami percaya fesyen Indonesia mampu menjadi primadona di Asia Tenggara,” jelas Maria.

Melihat dari banyaknya kesamaan seperti ukuran tubuh dan warna kulit, Maria menyasar Malaysia untuk menjadi lokasi pertama tokonya. Tepat April tahun ini, toko mereka yang terletak di mal Sunway Pyramid, Kuala Lumpur resmi dibuka.

“Ternyata orang-orang di sana sistem kerja dan karakter orangnya agak berbeda dengan kita. PR (pekerjaan rumah) pertamanya malah di human resources¬-nya karena kalau mereka nggak bagus, berpengaruh ke penjualan,” katanya.
Baca Buku Sebagai Pengingat Diri

Masa-masa awal merintis bisnis yang tak selalu mulus ini, membuatnya banyak belajar. Maria bersyukur tidak sampai ‘jatuh’, Ternyata yang paling sulit adalah soal sumber daya manusia dalam membangun tim.

“Kalau timnya oke, pasti semuanya gampang dan yang utama itu karakternya untuk selalu mau belajar, mau berubah dan tidak cepat berpuas diri,” sambungnya.

Untuk itu, di waktu senggangnya Maria senang membaca buku untuk meningkatkan kemampuan dan karakter. Ia sempat dikomplain sang suami karena dianggap kurang mau mengikuti perubahan.

“Seperti tahun lalu aku nggak mau embrace change karena merasa sudah bagus. Tapi ketika aku berhenti, tidak membuat perbedaan, ya artinya aku sudah sampai di ‘puncak’,” katanya.

Maria teringat pemberian nama This Is April untuk bisnisnya yang memiliki makna khusus. April merupakan bulan lahir ia dan putrinya. Selain itu, April juga perwujudan musim semi, saat semuanya tumbuh dan berkembang.

Untuk para wanita yang ingin mulai berbisnis tapi masih ragu untuk memulai, Maria berbagi tips.

“Setiap bisnis pasti ada masalah, tapi satu-satu bisa diselesaikan sepanjang kita tidak menyerah. Jadi, coba lagi. Kalau sudah yakin tinggal jalankan,” ungkapnya.
 
Dua Ribu Pasang Sepatu untuk Anak Papua

Tak sekadar berbisnis, Maria juga menunjukkan kepeduliannya pada sesama dan menumbuhkan kesadaran itu pada customer-nya.

Kolaborasi yang diberi nama This Is April X Chelsea Islan Charity Collaborations ini menyalurkan sebagian keuntungan dari penjualan koleksi tersebut ke organisasi sosial, Yayasan Langkah Kasih. Artinya, dengan membeli koleksi dari kolaborasi itu, para pembeli turut membantu. Hasilnya, dua ribu pasang sepatu dibagikan untuk anak-anak di Papua, tepatnya di 20 titik di Wamena dan Sentani pada Februari lalu.

Maria mengajak serta aktris Chelsea Islan yang juga menyambut baik proyek ini bersama Langkah Kasih yang fokus pada bantuan alas kaki untuk anak-anak Indonesia yang membutuhkan.

“Aku pernah ikut Langkah Kasih ke kota kecil di Palu. Banyak yang datang ke sekolah berseragam lengkap tapi mereka nggak pakai sepatu, hanya sendal jepit. Ternyata mereka nggak punya sepatu. Kalau pun punya, kondisinya sudah robek-robek atau bekas punya kakaknya. Sedangkan kita di rumah bisa punya beberapa pasang. Mereka satu aja nggak punya,” paparnya.

Hati Maria semakin terenyuh kala melihat anak-anak itu sampai menangis bahagia ketika menerima sepatu, benda yang mereka selalu idamkan.  

“Saking sayangnya, pas pulang sekolah sepatunya mereka jinjing, nggak dipakai.,” tutur Maria.(AR)
 
---
Foto: zulham & Dok pribadi

 

profil, Maria Anggriani, This is April

Artikel Terkait

Comments