Muhammad Ali Reza : Merespon Permasalahan Global

Muhammad Ali Reza : Merespon Permasalahan Global

PMI yang berdaya saing kuat dan mengembangkan segala potensi yang ada, menjadi tekad kuat Muhammad Ali Reza memimpin PMI DKI Jakarta.

Sejak terpilih sebagai Ketua PMI DKI Jakarta, Muhammad Ali Reza bertekad menjadikan PMI DKI Jakarta sebagai barometer. Hal ini pernah ia sampaikan saat terpilih sebagai ketua tahun lalu di hadapan seluruh stafnya.

Sebelum menjadi Ketua PMI DKI Jakarta, salah satu menantu Ibu Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut Soeharto) ini dikenal sebagai pebisnis yang memimpin perusahaan di berbagai bidang. Mulai dari perusahaan properti, konstruksi hingga media massa. Mas Reza juga dipercaya menjadi bendahara Yayasan Dharmais dan membantu Yayasan Gotong Royong yang juga memiliki tujuan mulia untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Dari situ hati saya tergerak dan berani mengajukan diri sebagai ketua ketika Musyawarah Provinsi untuk PMI. Mudah-mudahan dengan izin Allah Swt, saya bisa membantu dan mengembangkan bersama-sama seluruh jajaran, sehingga PMI DKI Jakarta dapat menjadi barometer untuk di Indonesia dan bisa dikenal di seluruh dunia,” kata Mas Reza diamini seluruh stafnya.

Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, berbagai langkah dilakukan. Seperti beberapa waktu lalu, untuk kedua kalinya, PMI DKI Jakarta mengadakan Temu Karya Sukarelawan. Acara yang dibuka Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini diikuti anggota Korps Sukarela (KSR), Tenaga Sukarela (TSR), Guru Pembina Palang Merah Remaja (PMR), Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) dan Donor Darah Sukarela (DDS) dari seluruh PMI tingkat Kota/Kabupaten di wilayah DKI Jakarta yang mempunyai semangat pengabdian dalam mengaplikasikan Prinsip-prinsip Dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.
    
Mengangkat tema ‘Sukarelawan PMI Bersama Dalam Gerakan Kemanusiaan’, acara yang berlangsung 1-5 November 2017 lalu ini diadakan di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur dan diikuti 500 sukarelawan PMI se-DKI Jakarta.
    
Temu karya menjadi salah satu strategi pembinaan dan pengembangan sukarelawan yang dikemas untuk evaluasi dan pembinaan. Acara ini juga menjadi ajang bertemu, berbagi pengetahuan dan informasi serta memantau pembinaan yang telah dilaksanakan PMI. Sekaligus merancang peran dan kegiatan sukarelawan untuk mendukung dan melaksanakan program peningkatan organisasi dan pelayanan PMI.
Saat itu Mas Reza mengatakan, kegiatan yang diadakan setiap lima tahun sekali ini menjadi ajang peningkatan kapasitas dan evaluasi pembinaan serta pengembangan sukarelawan yang sudah dilakukan PMI tingkat wilayah.

“Kegiatan ini sebagai wadah berkarya nyata dan bermakna bagi masyarakat luas dan sebagai arena pengembangan kapasitas SDM sukarelawan di bidang Iptek dan Imtaq yang berdasar nilai-nilai kemanusiaan sesuai Prinsip-prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional,” jelas Mas Reza.

Belum lama ini Mas Reza juga melantik 14 Pengurus PMI Kota Jakarta Pusat masa bakti 2018-2023 di Aula Kantor Wali Kota Jakarta Pusat. Usai memberi ucapan selamat, Mas Reza menyampaikan harapannya kepada para pengurus yang baru agar menjalankan organisasi ini sesuai Prinsip-prinsip Dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.

Beliau juga berpesan, agar dalam menjalankan organisasi PMI, kita juga ikut mengantisipasi isu-isu yang berkembang untuk merespon permasalahan global seperti perubahan iklim yang berdampak pada terjadinya bencana.

“Semoga tenaga dan pikiran saudara dapat memberikan pelayanan Kepalangmerahan yang lebih baik lagi kepada masyarakat, khususnya masyarakat di wilayah Jakarta Pusat,” pungkasnya.

----
Teks: Arimbi
Foto: Dok. Pribadi