Kulit Kering Saat Puasa? No Way!

Kulit Kering Saat Puasa? No Way!

Menjalani ibadah puasa, bukan berarti kita tidak memperhatikan kesehatan ya. Bahkan yang juga penting adalah kesehatan kulit ya. Jangan sampai terlupakan.

Tanpa disadari kita melupakan kesehatan kulit. Padahal dari kulit inilah, kita bisa melihat secara sekilas, apakah tubuh kita sehat atau sedang kekurangan cairan.

Lamanya jeda dari Imsak hingga Magrib tubuh kita untuk bisa menerima cairan, mungkin menjadi salah satu penyebab tubuh dehidrasi. Meski begitu, ada saja loh cara-cara yang bisa kita terapkan agar kulit tidak terasa kering dan tubuh pun mendapatkan asupan cukup akan air. Terutama di bulan puasa ini ya.

Saat menjalani puasa, cairan yang hilang dari dalam tubuh tidak bisa langsung tergantikan hingga waktu berbuka puasa. Hal ini tentu berpengaruh pada kulit. Tak jarang karena tubuh kekurangan cairan, kulit menjadi lebih kering yang ditandai dengan keadaan kulit yang menjadi kaku, merah dan mungkin akan timbul rasa gatal. Jika keadaan ini didiamkan, bukan tak mungkin kulit akan menjadi kusam dan perlahan mengelupas.

Anda juga bisa melihat kondisi kulit dari wajah. Terutama di sekitar tulang pipi, mata dan dahi. Jika kulit mulai kering, akan timbul kerutan halus di wilayah tersebut. Ini juga bisa menandakan bahwa kulit dehidrasi.

Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mencegah kekeringan pada kulit.
Sudah pasti, minum delapan gelas sehari jangan sampai terlewatkan. Bukan berarti puasa kita justru mengurangi takaran delapan gelas tersebut. Selain minum air secara langsung, kita juga bisa menambahkan cairan dari beberapa menu. Misalnya menyantap hidangan berkuah yang segar, seperti sup. Sebaliknya, kurangi minum soda atau minuman lain yang mengandung kafein yang bisa mengurangi nutrisi dari dalam tubuh.

Cairan tidak hanya diperoleh dari air secara langsung. Dengan mengonsumsi buah serta sayuran, tubuh juga akan mendapatkan vitamin dan mineral yang diperlukan untuk menjaga tubuh tetap segar.

Cara lain yang terbukti ampuh untuk menjaga agar kulit tidak menjadi kering adalah dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Apalagi saat ini sepertinya matahari terasa semakin terik ya.

Kalaupun terpaksa dan harus beraktivitas di luar ruangan dalam waktu yang cukup lama, gunakan tabir surya dengan kandungan PH cukup untuk menangkis teriknya matahari. Hal ini tidak hanya berlaku untuk kulit wajah saja. Kulit tubuh pun juga perlu dilindungi oleh tabir surya.

Jangan lupa juga untuk selalu membalurkan pelembap pada kulit segera setelah mandi, di kala kulit masih terasa lembap. Saat itulah pelembap dapat menyerap sempurna ke dalam kulit.

Jika masih terasa kurang, Anda juga bisa loh menambahkan dengan secara rutin menyemprotkan air ke wajah atau bagian kulit yang secara langsung terkena matahari. Siapkan botol semprot (spray) yang bisa digunakan di saat kita bepergian dan praktis bisa disimpan di dalam tas kecil.

Karena sesekali mungkin saja Anda menyemprotkan air penyegar ke wajah, sebaiknya tidak menggunakan riasan yang terlalu tebal. Tahukah Anda, ternyata riasan yang terlalu tebal juga dapat membuat kulit kita semakin kering dan berisiko mengalami iritasi lebih besar. Pada wajah, riasan yang terlalu tebal juga akan menutup pori-pori dan dapat berangsur-angsur menimbulkan jerawat.

Selain cara-cara tersebut di atas, masih ada satu cara yang bisa membantu kamu menjaga agar kulit tetap segar. Melakukan olahraga ringan di bulan puasa juga bukan tidak mungkin ya. Olahraga bisa membuat metabolisme tubuh tetap terjaga. Hanya saja di bulan Ramadan ini, kita harus menyesuaikan waktu berolahraga. Anda bisa melakukannya di waktu malam, setelah berbuka puasa.

Dengan melakukan hal-hal sederhana di atas, kulit Anda akan terlihat sehat dan bugar di bulan Ramadan!


------
Foto: Google.com