Tetap Ngopi di Bulan Ramadan

Tetap Ngopi di Bulan Ramadan

Budaya ngopi atau minum kopi sepertinya sudah dilakukan secara turun-temurun ya, Ladies! Bagaimana tidak, Indonesia dengan hasil kebun kopi yang begitu dikenal hingga ke mancanegara sudah tentu memberikan kontribusi bagi masyarakatnya untuk juga menyukai seteguk kopi.

Di bulan Ramadan ini, kegiatan ngopi tidak perlu ditinggalkan. Kalau kamu sudah terbiasa untuk ngopi sebelum beraktivitas, ngopi di bulan Ramadan juga perlu disiasati.

Selain dapat menghilangkan kantuk karena kandungan kafeinnya, kopi juga bisa berfungsi sebagai penjaga imunitas atau sistem kekebalan tubuh dengan menekan kerusakan sel yang terjadi akibat proses oksidasi yang diakibatkan radikal bebas. Untuk masa-masa awal Ramadan, tentu tubuh juga memerlukan penyesuaian. Bangun tengah malam untuk makan sahur, dan juga melakukan ibadah malam yang memotong waktu istirahat, tentu tubuh juga perlu diberikan bantuan agar tetap bugar dan fit, bukan?

Lalu, kapan waktu yang tepat untuk secangkir kopi di bulan Ramadan?

Di saat sahur, kamu bisa kok ngopi. Secangkir kopi setelah santap sahur tentu boleh saja. Namun, pastikan juga kamu mengonsumsi air dalam jumlah cukup untuk menghindari dehidrasi di siang hari. Ngopi di saat sahur tak beda dengan ngopi di pagi hari sebelum memulai aktivitas.

Satu cangkir lagi bisa kamu nikmati di sore hari, setelah berbuka. Hanya saja sebaiknya tidak langsung meneguk kopi sesaat setelah adzan Magrib ya. Kandungan kafein dalam kopi akan meningkatkan pelepasan asam lambung di perut kamu yang masih kosong. Berbukalah dengan hidangan seperti biasa, hidangan manis dan air putih atau teh. Dilanjutkan dengan makanan utama,  baru kamu bisa menikmati segarnya secangkir kopi. Dengan cara ini tubuh masih memiliki waktu untuk menyesuaikan kadar glukosa darahnya.   

Idealnya sih, secangkir kopi diteguk dua jam setelah berbuka puasa. Namun di antara waktu shalat Isya dan Tarawih juga akan membantu kamu mendapatkan energi baru untuk dapat menjalani Tarawih dengan khusyuk tanpa rasa kantuk.

Dua cangkir kopi sehari selama menjalankan puasa sebenarnya adalah jumlah yang tepat. Namun jika kamu masih ingin menikmati kopi di malam hari, kamu bisa pilih kopi rendah atau tanpa kafein agar tidak menggangu tidur. Kopi tanpa kafein tetap mengandung antioksidan yang dibutuhkan oleh tubuh.

Pilihan Kopi & Penyeimbang

Yang terbaik memang selalu mengonsumsi kopi segar. Biji kopi yang tidak lama disangrai dan belum disimpan dalam waktu yang lama adalah pilihan yang tepat untuk diminum di bulan Ramadan.

Sebagai penyeimbang, mencukupi tubuh dengan asupan air juga sangat perlu. Jangan sampai tubuh dehidrasi karena kekurangan air putih dan ngopi terlalu banyak. Yang pasti memang jatah ngopi harus dikurangi sedikit bagi kamu yang memang sudah terbiasa minum lebih dari dua cangkir kopi sehari. Pastikan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh tetap seimbang, kopi akan membantu kamu meningkatkan konsentrasi agar tetap produktif menjalankan aktivitas seharian di bulan Ramadan ini.

------

Foto: google.com

puasa, ramadan, ngopi, lifestyle

Artikel Terkait

Comments