Ketika Jackie O Dibalut Busana Modestwear

Pada era 1950-an, ibu negara Jacqualine Onassis Kennedy atau yang dikenal sebagai Jackie O adalah seorang ikon mode. Gaya berpakaiannya yang berkelas nan anggun, selalu menjadi sumber inspirasi hingga kini.

Adalah salah satu desainer muda berbakat, Anggia Paramita, yang menjadikan sosok istri presiden Amerika John F. Kennedy ini sebagai muse-nya. Ia pun meluncurkan label bernama Majesté, yang berarti keagungan, kehormatan atau kecantikan dari bahasa Perancis. Uniknya, gaya Jackie O diramu sedemikian rupa dan diterjemahkan ke modestwear.

Dalam koleksi perdananya, ia memamerkan 15 set look yang siluetnya berpakem busana khas Jackie O. Bertema ‘Dandelion Lights’, koleksi ini terdiri dari 6 blus dan tunik, 4 celana dan rok, 3 dress, 1 outer dan jumpsuit serta 5 scarf. Tiap busana tersedia dalam pilihan coouture made to measure, yang berarti dijahit khusus dengan tangan berdasarkan spesifikasi klien demi mencapai hasil akhir yang sempurna.

Warna-warni pastel yang lembut mendominasi deretan busana, dihiasi detail payet sederhana namun cantik dan tertata rapi. Nuansa anggun, klasik dan elegan ala first lady begitu terasa, sekaligus memancarkan aura kekuatan, kecerdasan dan keberanian seorang wanita. Setiap potongannya dapat dengan mudah dipadu-padan, cocok untuk acara formal maupun non-formal dengan gaya yang tak lekang oleh waktu.

Anggia Paramita sendiri adalah seorang ibu, mantan model dan lulusan sekolah mode ESMOD Indonesia. Ia tumbuh dalam lingkungan yang erta dengan dunia mode. Selama 6 tahun, Anggi -- panggilan akrabnya, menghabiskan masa waktu remajanya dengan berjalan di panggung peragaan busana hasil karya para desainer.

Pengalaman ini memberikannya ilmu yang sangat berguna, yaitu memandang busana dari sudut pandang penggunanya. Kemampuan ini pun mendorongnya untuk turut terjun sebagai desainer. Kini, ia melihat cita-citanya dengan jelas, yaitu membuat deretan busana yang sopan nan anggun dengan kualitas tinggi untuk kenyamanan pemakainya.