Pare Obat Kanker?

Pare Obat Kanker?

Pare mungkin bukan sayuran yang banyak digemari masyarakat karena terkenal memiliki rasa getir dan sedikit pahit. Tetapi dibalik itu, ternyata pare menyimpan banyak sekali manfaat terutama dalam membantu mencegah terjadinya kanker. 


Tidak sedikit orang yang membenci pare karena rasanya. Bila Anda termasuk di dalamnya, maka artinya Anda telah kehilangan nutrisi penting dengan melewatkan konsumsi sayur pare. Sayuran yang mudah ditemukan di Indonesia ini, ternyata memiliki banyak sekali manfaat serta terbukti efektif dalam mencegah kanker. 


“Pare sudah lama dipercaya mengandung zat anti kanker (antioksidan). Pare mengandung fitonutrien dan antioksidan seperti asam fenolik, glikosid, saponin, alkaloid, triterpene, insulin-like peptide, dan berbagai anti inflamasi dan steroids, “ ujar dr. Diana F. Suganda, M.Kes, SpGK, Dokter Spesialis Gizi Klinik RS Pondok Indah Group. 


Terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan efektivitas pare dalam mencegah beberapa kanker seperti leukemia limfoid, limfoma, choriocarcinoma, melanoma, kanker payudara, tumor kulit, kanker prostat, karsinoma pada lidah dan laring, kanker kandung kemih dan penyakit Hodgkin’s. 


Konsumsi pare dalam asupan sehari-hari sangat dianjurkan dengan takaran 1-2 buah per hari. Demi mendapatkan manfaat maksimal dari pare, Anda bisa mengolahnya dengan cara direbus maupun ditumis sebentar (tidak sampai layu) agar kandungan gizi baiknya tidak berkurang. 


KANDUNGAN LAIN
1.    Phyto Nutrien: Pare mengandung phyto terutama polipeptida-P yaitu insulin tanaman yang dikenal untuk menurunkan kadar gula darah. Selain itu, agen hipoglikemik yang disebut charantin meningkatkan penyerapan glukosa dan glikogen sintesis dalam sel-sel hati, otot dan jaringan adiposa. Bersama-sama, senyawa ini pare telah dianggap bertanggung jawab atas penurunan kadar gula darah dalam pengobatan diabetes tipe-2.
2.    Folat: Pare segar merupakan sumber folat yang sangat baik sekitar 72 mg / 100 g (18% dari RDA). Folat, ketika dikonsumsi oleh ibu selama waktu awal kehamilan akan membantu mengurangi timbulnya cacat tabung saraf pada bayi yang baru lahir.
3.    Vitamin C:  Pare segar merupakan sumber yang sangat baik dari vitamin C (100 g pare mentah menyediakan 84 mg atau sekitar 140% dari RDI). Manfaat vitamin C merupakan salah satu antioksidan alami yang kuat dan membantu mengikat radikal bebas yang merusak tubuh manusia.
4.    Vitamin B Kompleks: Selain itu, itu pare merupakan sumber moderat vitamin B kompleks seperti niasin (vitamin B-3), asam pantotenat (vitamin B-5), piridoksin (vitamin B-6) dan mineral seperti zat besi, seng, kalium, mangan dan magnesium.