Echa Bangun setelah Tidur Panjang 13 Hari

Echa Bangun setelah Tidur Panjang 13 Hari

Echa membuat orang tuanya begitu cemas. Dia tidur selama 13 hari tanpa ada seorang pun yang mampu membangunkannya. Pemilik nama lengkap Siti Raisa Miranda mengingatkan kita pada sosok putri tidur dalam dunia dongeng.

 

Dalam sebuah foto tampak seorang anak perempuan sedang tidur pulas sambil memeluk bantal. Tak ada kejanggalan dalam foto tersebut sampai sang ayah, Mulyadi, 50 tahun, menceritakan kondisi putrinya yang sudah tidur selama 10 hari 10 malam di jejaring sosial facebook pada 19 Oktober lalu.

Penyakit tidur Echa kambuh, hingga malam ini Echa sudah tidur selama 10 hari 10 malam. Menurut dokter umum fisiknya ok aja, dokter spesialis jiwa belum bisa menggali lebih dalam. Begitulah informasi pertama yang disampaikan Mulyadi secara tertulis.

Melalui akun facebook, Mulyadi terus memberitakan perkembangan putrinya yang akhirnya bangun pada 22 Oktober. Namun karena kondisi yang belum sepenuhnya pulih, Echa harus mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ansari Saleh, Banjarmasin selama seminggu.

Sudah dua pekan terbangun dari tidur panjang, bagaimana kondisi Echa saat ini?

WI berkesempatan bertemu Echa dan keluarga di Jakarta usai menjadi bintang tamu sebuah program televisi.

Echa terlihat segar dan asyik bermain dengan gawainya. Sesekali dia mengajak adiknya mengobrol. Ketika ditanya bagaimana rasanya berada di depan kamera, wajah Echa langsung sumringah. ”Deg-degan, grogi juga,” akunya.

Mulyadi bersyukur karena kondisi putrinya jauh lebih membaik jika dibandingkan saat pertama kali terbangun dari tidur panjang. Menurutnya, saat terbangun Echa seperti kebingungan dan tak mampu berkomunikasi dengan jelas.

Setelah Kecelakaan

Suami Siti Lili Rusita, 37 tahun, ini menduga tidur panjang yang dialami Echa berkaitan dengan kecelakaan yang dialami tahun lalu. Saat itu, putrinya ditabrak sepeda motor saat hendak menyeberang menuju warung di depan rumah. Punggungnya terkena stang motor dan kepalanya terbentur aspal.

”Seminggu kemudian tingkah lakunya berubah, jadi suka bengong, linglung dan lebih banyak diam. Berbeda sekali dengan Echa yang kami kenal, yang ceria, usil, bahkan suka ceplas-ceplos,” ungkap Mulyadi.

Setelah kecelakaan, Echa mengalami perubahan perilaku yang berulang hingga delapan  kali. Pada sakit yang keenam kali, tidur panjang Echa bermula. Dia tidur sampai tujuh hari. Begitu juga pada sakit yang ketujuh dan kedelapan.

”Dia kami bangunkan dengan cara apa pun tidak bisa. Meski sesekali dia bangun untuk buang air, tapi setelah itu tidur lagi,” kata Mulyadi.

Selama tertidur, anggota keluarga Mulyadi secara bergantian mengurus kebutuhan Echa. Seperti menyuapi makan dan memandikannya. ”Dalam kondisi tidur dia masih bisa makan. Makannya dalam porsi sedikit, terkadang harus kita paksa juga supaya dia respons mau mengunyah,” ungkapnya.

Meski sudah tiga kali mengalami tidur panjang, baru kali ini Echa sampai dirawat ke rumah sakit. ”Tidak pernah dibawa ke rumah sakit sebelumnya karena beberapa kali saya bawa ke puskesmas, diperiksa semuanya normal. Mereka tidak memberi tindakan medik lebih lanjut,” urai Mulyadi.

Kelelahan dan Kehilangan Memori

Banyak orang yang mengaitkan tidur panjang Echa disebabkan oleh kelainan langka yang disebut -beauty syndrome. Mulyadi dan Lili juga melihat kemiripan gejala.

”Sakitnya kambuhan, dia hanya bangun untuk makan dan buang air. Saat bangun seperti orang linglung dan perilakunya seperti anak kecil,” tutur Lili.

Lantas, apa yang dirasakan Echa saat terbangun? Tidur begitu lama membuatnya merasa sangat lelah ketika terbangun. Untuk berkomunikasi dengan orang di dekatnya bahkan harus menggunakan bahasa isyarat karena tak bisa bicara.

Lili yang menemani putrinya saat terbangun mengatakan, Echa sempat kehilangan memori ingatan untuk sesaat. Sehingga ketika teman-teman sekolah menjenguknya, dia tidak merespons.

Namun kondisi anak kedua dari empat bersaudara ini berangsur membaik. Echa bahkan bisa bercanda dengan saudara-saudaranya dan mulai banyak bicara. Dia pun bersedia menceritakan mimpinya saat tidur panjangnya.

”Echa mimpi diajak orang makan di sebuah rumah tua. Terus main kejar-kejaran,” ujarnya diakhiri dengan senyum.

Kisah Echa yang tersebar luas di media sosial menarik simpati banyak orang untuk datang menjenguknya. Rumahnya selalu ramai dikunjungi, begitu pun saat dia dirawat di rumah sakit. Mulai dari teman-teman sepermainan hingga pihak dari Pemerintah Kota Banjarmasin datang untuk memberi dukungan.

Meski masih merasa sedikit lelah, gadis kelahiran Banjarmasin, 25 Desember 2004 itu mengutarakan kerinduannya untuk kembali sekolah dan bertemu teman-temannya.

Batal mengikuti Porprov karena tidur panjangnya tidak membuat Echa patah arang. Dia justru semakin bersemangat untuk kembali mengisi hari-harinya dengan hobinya menari dan bernyanyi. *

Teks: Lucia Vania   I   Foto: Lucia, Dok. Pribadi