Pesona Kampung 3D di Tengah Kota Depok

Pesona Kampung 3D di Tengah Kota Depok

Sekelompok pemuda karang taruna asal Depok berhasil menyulap sebuah jalan kecil menjadi penuh warna dengan lukisan-lukisan tiga dimensi (3D). Selain menjadi wadah menyalurkan kreativitas, kawasan ‘Kampung 3D’ ini juga menambah deretan spot unik untuk selfie!

 

Suasana di Jalan Danau Tondano Raya, Depok, Minggu, 5 November 2017 dipenuhi kerumunan warga. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa berbondong-bondong untuk melihat berbagai lukisan 3D yang berderet memenuhi sepanjangan jalan itu. Mereka bahkan rela mengantre untuk bisa mengambil foto.

Ada 10 lukisan yang menghiasi kawasan tersebut, beberapa di antaranya seperti perahu, karpet terbang, danau, zebracross dan kubus rubik. Tak hanya di jalan, tetapi juga ada satu lukisan yang dibuat di tembok salah satu rumah warga.

Semua lukisan tersebut adalah buah karya pemuda Karang Taruna RW 03, Kelurahan Sukma Jaya. Menurut Mohammad Alam, Ketua Karang Taruna, niat awal mereka adalah memperindah lingkungan tempat tinggal mereka. ”Apalagi jalan ini baru diperbarui, jadi kami berpikir untuk menghiasnya,” kata Alam. 

Namun tak sekadar mempercantik jalan, terselip pesan sosial yang ingin disampaikan. ”Misalnya lukisan zebracross, kami ingin mengingatkan supaya warga lebih hati-hati menyeberang jalan karena di sini banyak kendaraan yang lalu-lalang. Atau yang perahu, maksudnya supaya warga tidak buang sampah sembarangan karena bisa bikin banjir. Kalau banjir nanti kita kan naik perahu,” ujar Alam sembari tertawa.

Proses pengerjaan setiap lukisan selalu dilakukan pada malam hari saat sudah tidak ada kendaraan yang melintas. Mulai dari membuat sketsa dengan kapur sampai diwarnai dengan cat membutuhkan waktu tiga jam hingga tiga hari, tergantung dari tingkat kesulitan lukisan. Uniknya, lukisan yang sedang dikerjakan juga dipantau melalui kamera ponsel untuk bisa melihat efek 3D yang dihasilkan.

Setiap Hari Ramai Dikunjungi

Kampung 3D menjadi daya tarik baru di Kota Depok. Tidak hanya oleh warga setempat, tetapi juga ramai dikunjungi dari pendatang di luar Depok.

Seperti Ella, salah satu pengunjung asal Cibubur yang datang bersama keluarganya. Ia mengaku telah penasaran sejak lama karena berita mengenai Kampung 3D begitu ramai ia temukan di media sosial facebook.

”Tadi anakku sempat ngambek karena hujan, takut nggak bisa datang. Begitu reda dia langsung semangat ajak pergi. Karena baru pertama kali, kami ke sini cari jalan pakai Google Maps, sampai juga akhirnya dan nggak menyesal karena tempat ini bagus,” urai Ella.

   

Senada Ella, pengunjung lain bernama Rika mengaku tahu informasi mengenai Kampung 3D dari media sosial Facebook. Ia bahkan sengaja mengajak keluarganya datang untuk berfoto bersama.

“Setiap hari ada saja yang datang. Meski tadi sepi karena sempat hujan sebentar, tapi begitu hujan reda langsung ramai lagi. Kami nggak menyangka akan dikenal seluas ini,” aku Alam.

Melihat karyanya diapresiasi oleh banyak pihak, Alam berharap banyak pemuda lain yang tergerak untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif sembari mengembangkan talenta.

“Pada dasarnya kita jangan segan-segan melakukan hal positif, mulai saja dari dalam lingkungan tempat tinggal sendiri. Dan jangan takut meluapkan kreativitas karena di sini pun kami tidak ada dasar kemampuan menggambar 3D. Berbekal referensi gambar di internet dan keberanian untuk saling melengkapi dalam proses pengerjaan ternyata kami bisa,” papar Alam.

Teks/Foto: Lucia Vania