Melia Wijaya, Rasanya Mimpi Saya Tercapai

Semakin banyak desainer mode yang tampil di panggung catwalk dunia. Salah satunya adalah Melia Wijaya yang turut mengharumkan nama bangsa dengan pagelaran busana di New York Fashion Week.  Walau baru pertama kalinya menggelar show di negeri paman Sam, namun pengalaman yang dipetik sungguh luar biasa. Berikut bincang -bincang Melia dengan WI.

Sosok wanita pemakai koleksi Melia Wijaya?
Wanita yang suka berpenampilan elegan, menyukai detail pakaian yang rumit dan tentunya cinta Indonesia. Saya personal orangnya lebih tomboy dan nyentrik. Saya suka pakaian yang nyaman dipakai dan tidak terlalu feminin, makanya koleksi saya cenderung ke kontemporer. Kenapa saya suka detail yang rumit, sepertinya ini akibat memerhatikan mama saya mendesain gaun pernikahan dulu, hahaha.

Turut pamerkan koleksinya di New York Fashion Week : First Stage, bagaimana kesannya?
Pengalaman saya ke New York sungguh berkesan, rasanya mimpi saya selama ini tercapai. Mengingat saya baru pertama kali kesana, saya belajar tentang bagaimana mempresentasikan karya saya di depan para fashionista New York. Ini merupakan ajang pembelajaran untuk saya, sekaligus media untuk memperkenalkan budaya Indonesia yang beragam khususnya Surabaya. Pesan yang ingin saya sampaikan : Indonesia tidak hanya Bali, loh!

Kendala persiapan koleksi ‘Sawunggaling’?
Kendalanya ada di bordir dan printing-nya. Untuk padu padan dan detailnya masih bisa teratasi, mungkin karena sudah terbiasa, hahaha. Puji Tuhan, koleksi ini bisa rampung dalam kurun waktu 6 bulan.

Kesan para fashionista New York terhadap koleksi Melia?
Mereka sangat antusias dan meng-appreciate karya saya karena tertarik dengan detailnya. Kalau biasanya fashion disana identik dengan sesuatu yang minimalis dan sederhana, saya menghadirkan detail yang cenderung ke arah couture dan lebih rumit. Jadinya menurut saya, desainer Indonesia lebih perfeksionis sepertinya ya, hahaha.

Perbedaan desain mode Jakarta dan Surabaya?
Kalau Jakarta desainnya lebih simple, bermain di kain dan potongan. Kalau desain Surabaya lebih suka dengan pernak-pernik, lebih ke arah couture dan avant-garde. Kalau detailnya tidak rumit, tidak kelihatan wow, kurang greget!

Tren busana pernikahan?
Warna off white sepertinya saat ini sedang in. Tapi orang Surabaya beda sendiri. Biasanya untuk pre-wedding mereka menyukai warna merah, biru, serta emas atau gold. Alasannya, agar di foto lebih terlihat jelas.

Tags: