Melia Wijaya, Tertarik Seni Sejak Kecil

Para desainer mode tanah air berlomba-lomba menoreh prestasi di kancah internasional. Salah satunya adalah Melia Wijaya. Desainer asal Surabaya ini sukses mengharumkan nama Indonesia di New York Fashion Week dengan koleksinya yang bertajuk ‘Sawunggaling’.

Apa yang mendorong Anda terjun ke dunia mode?
Saya pribadi memang tertarik dengan seni sejak kecil, lalu orang tua saya melihat bakat tersebut dan mengarahkan saya untuk menjadi seorang fesyen desainer. Hal ini juga didorong latar belakang keluarga yang berkecimpung di bidang garment, ibu saya dulunya juga mendesain baju pernikahan.  Walau pada saat itu pekerjaan sebagai desainer dipandang sebelah mata, namun orang tua saya tetap mendukung. Karena perusahaan garment orang tua saya termasuk yang besar, jadi mereka juga sangat berharap saya bisa meneruskan usaha mereka.

Pendidikan mode yang ditempuh?
Sejak SMA saya diikutkan kursus pola-pola menjahit. Lalu setelah lulus saya kuliah di ESMOD Paris tahun 1995 hingga 1999.

Sepak terjang Melia setelah berprofesi sebagai desainer?
Saya pulang ke Indonesia tahun 2000, sempat mengajar di ESMOD Jakarta sebentar. Diamanatkan untuk meneruskan usaha keluarga tersebut, saya kembali ke Surabaya pada tahun 2001 dan langsung menyelenggarakan pagelaran tunggal sekaligus rebranding dengan nama saya sendiri di hotel Majapahit Surabaya. Sejak rebranding tersebut, orang-orang mulai tahu nama saya. Mulai deh terima custom made, namun masih disewakan. Tahun 2007 saya gabung di APPMI Surabaya,  dan mulai rutin meluncurkan koleksi terbaru. Show pertama saya di Jakarta adalah JFFF, koleksi saya dijual berkonsinyasi dengan The Catwalk Kelapa Gading. Akhirnya, tahun 2010 saya berhasil membuka butik sendiri disana.

Inspirasi merancang?
Koleksi terakhir saya bawa ke New York diangkat dari cerita rakyat Surabaya, ‘Sawunggaling’. Kalau koleksi yang lain diambil dari keseharian misalnya ‘Blossom’ dari bunga-bunga. Mendatang, ada koleksi untuk Komunitas Cinta Berkain, inspirasinya dari dari budaya Bali khususnya kain dodotan.

Tags: