Reisa Broto Asmoro: Berkah yang Melimpah

Reisa Broto Asmoro: Berkah yang Melimpah

Sempat mengalami kesulitan di awal, program DR.OZ benar-benar membawa perubahan bagi karier dr. Reisa Broto Asmoro. Apa saja yang terjadi?

 

Pada awal mendampingi almarhum dr. Ryan Thamrin membawakan program DR.OZ, Reisa merasa begitu kaku. Penyebabnya, dia sama sekali tak memiliki pengalaman menjadi presenter.

”Makanya lebih banyak dipimpin dokter Ryan. Sembari membawakan, saya mengikuti kelas presenter selama tujuh minggu,” cerita Resia mengenang.

Karenanya Reisa merasa sangat kehilangan ketika dr. Ryan meninggal dunia awal Agustus lalu. ”Saya tidak menyangka secepat itu. Walau sebelum cuti itu sebenarnya memang sudah tidak bisa tampil di depan kamera. Tapi kalau ditanya selalu bilang nggak apa-apa,” ungkap Reisa sedih.

Kini Reisa berharap dapat melanjutkan program rintisan dr. Ryan yang telah berjalan selama 5 tahun itu dengan baik. Dia juga bersyukur acara ini memberinya banyak pengalaman dan kenalan.

”Banyak cerita dan pengalaman dari para tamu, yakni artis, pasien dan sebagainya yang kalau saya tidak di DR. OZ tidak akan mengerti. Karena selama ini jadi dokter lebih banyak di belakang meja. Memang ketemu pasien juga, tapi hanya cerita penyakit, tidak menyangkut sisi hidup yg lain,” kata Reisa.

Anugerah lainnya berupa permintaan menjadi narasumber berbagai acara. Reisa sudah menduganya dan mempersiapkan diri. Karenanya sejak awal menjadi presenter di DR. OZ Indonesia dia merekrut seorang manajer.

Pada manajer itulah Reisa mempercayakan segala kontrak, termasuk tarif promosi melalui media sosialnya. Jadwal hariannya juga diatur sang manajer. Salah satunya pemangkasan jadwal praktik di sebuah klinik kecantikan dari tiga menjadi hanya sekali dalam seminggu.

Baca juga: Reisa Broto Asmoro, Dokter yang Bekerja Bersama Detektif hingga Jadi Puteri Indonesia

”Yang pasti saya tidak mau terlalu ngoyo dengan kerjaan. Untunglah manajer memahami. Kalau saya mau jalan-jalan, menghabiskan waktu dengan keluarga, dia akan memberi kelonggaran,” ungkap Reisa.

Antar Anak Sekolah

Bagi Reisa keluarga adalah yang utama. Maka di tengah padatnya jadwal pun dia tetap meluangkan waktu untuk menyiapkan segala keperluan sekolah putrinya, RR Ramania Putri Brotoasmoro, buah pernikahannya dengan Kanjeng Pangeran Tedjodiningrat Broto Asmoro.

Bahkan sebisa mungkin Reisa juga mengantarnya sekolah. Selebihnya dia meminta pada manajer agar pukul 19.00 WIB sudah berada di rumah.

Reisa bersyukur putrinya tidak rewel dalam berbagai hal. Tugas dia dan suaminya saat ini adalah menyiapkan Ramania menjadi kakak. Pasalnya usia kehamilan kedua Reisa sudah menginjak bulan kelima.

Baca juga: Spontanitas Pengubah Arah dr. Reisa Broto Asmoro 

Reisa mengatakan kehamilan kali ini sangat dia harapkan. ”Saya memang tidak mau jarak dengan anak pertama terlalu jauh. Apalagi suami sudah usia 40-an dan saya 30-an. Makanya saya sempat mencoba program inseminasi. Namun saat itu gagal. Akhirnya dokter kandungan menyarankan suntik hormon dan alhamdulillah berhasil,” tutupnya penuh syukur.*

Teks: Kristina Rahayu Lestari   I   Foto: Instagram Reisa