Mengelola Keuangan Keluarga

Tabukah Bicarakan Uang Pada Pasangan?

Tabukah Bicarakan Uang Pada Pasangan?

Pernahkah Anda membeli barang secara online, tetapi minta dikirimkan ke alamat kantor, agar tidak diketahui oleh suami? Baru setelah sudah agak lama, barang itu Anda bawa ke rumah, dan saat ditanya oleh pasangan apakah barang itu baru dibeli, Anda bisa berkelit dengan kalimat, “Sudah lama kok”.

Jika pernah melakukan hal seperti itu, atau pernah mendapati pasangan Anda melakukan hal itu, maka itu adalah salah satu tanda bahwa tidak ada keterbukaan tentang uang antara Anda dan pasangan. Sepele? Tentu tidak.

Percaya atau tidak, 45% dari jumlah kasus perceraian yang ada terjadi karena adanya masalah ekonomi atau keuangan. Seperti yang dijelaskan oleh Pingkan Cyntia Belinda Rumodor, S.Psi.,M.Psi, Psikolog, saat mengisi salah satu acara Wealth Wisdom Permata Bank, Money and Parenting: Waktunya Keluarga Bicara Uang.
 
“Permasalahan ekonomi itu bukan hanya karena tidak cukup atau tidak punya uang saja. Tetapi seringkali juga karena adanya ketidakterbukaan dalam hal keuangan. Karena ketika keuangan tidak dibicarakan dengan terbuka, bisa memicu terjadinya konflik antar pasangan,” papar Pingkan.

Memang Bukan Hal Yang Mudah

Lantas bagaimana solusinya? Pingkan menyebutkan, bahwa yang perlu dilakukan adalah jangan menganggap bahwa membicarakan keuangan sebagai hal yang tabu, apalagi dengan pasangan.

Mungkin bagi kebanyakan orang, berbicara atau berdiskusi dengan pasangan terkait dengan keuangan dan isu finansial lainnya bukanlah hal yang mudah. Hal ini terkait budaya yang ada di Indonesia, yang menganggap uang sebagai suatu hal yang tabu. Masih banyak yang menganggap bahwa bicara tentang uang adalah hal yang tidak sopan. Misalnya dalam hal pertemanan, tentu kita lebih sering menghindari topik-topik bertanya tentang berapa besar penghasilan atau pengeluaran rutin setiap bulan.

“Dalam konteks hubungan dengan pasangan, bicara soal keuangan merupakan sesuatu yang harus dilakukan. Kenapa? Karena jika tidak dibicarakan akan timbul berbagai masalah yang tidak bisa dihiraukan, karena bisa memberi ruang pada konflik besar yang berujung pada perpisahan nantinya,” jelas Pingkan.

------
Teks: Nydia Jannah
Foto: Istimewa