Setelah Paris, Laras Sekar Arum Taklukkan London

Setelah Paris, Laras Sekar Arum Taklukkan London

Setelah tiga bulan menjalani berbagai pekerjaan modeling di Paris, kini Laras menjelajah dunia modeling London. Setelahnya Laras bersiap-siap ke Milan.

 

”Sebelum pulang ke Indonesia ini terhitung sudah tiga minggu aku di London. Bedanya, kalau di Paris kerja iya, casting iya tapi masih ada waktu istirahat. Jadi masih bisa menikmati Paris, berkumpul dengan teman-teman dan sebagainya. Membuatku betah. Kalau di London ketat banget. Prinsip mereka kerja, kerja dan kerja,” ungkap Laras.

Kebetulan menjelang Ramadan visanya habis. Laras pun meminta izin kembali ke Indonesia untuk mengurusnya sembari rehat sejenak.

Baca juga: Laras Sekar Arum, Model Indonesia di Pentas Eropa

”Lagipula saat Ramadan inginnya dekat dengan keluarga. Apalagi sebelum berangkat tidak sempat pulang ke Balikpapan. Terakhir ketemu keluarga di Jogja saat kakak wisuda,” terang Laras.

Banyak yang dirindukan Laras di Tanah Air. Utamanya aneka makanan pedas dan masakan ibunya. Sebutlah sayur bening, sambal, sayur asam dan sebagainya. ”Walaupun tinggal di Balikpapan, ayah ibu sama-sama dari Jawa jadi masakannya khas Jawa juga,” katanya.

Begitu juga sistem didikannya dong? Mendapat tanya ini tergelak Laras menjawab, ”Iya. Tak boleh ditinggal yang namanya sopan santun dan unggah ungguh. Namun salah satu kekurangan yang aku rasakan di sana jadi nggak enakan, kurang tegas.”

”Pihak agensi sampai bilang aku kurang jujur dan tegas. Memang apa-apa rasanya segan. Aku selalu bilang nggak papa karena terlalu memikirkan orang lain dan perasaan nggak enak. Mereka berulangkali bilang kamu harus belajar mengutarakan perasaan. Misalnya aku sempat tinggal bareng roomate yang orangnya kurang mengenakkan, tapi aku bilang everything is fine, padahal aku kurang nyaman,” cerita Laras panjang lebar.

Padahal ayahnya yang sempat tinggal di Prancis sudah berpesan, sopan santun itu penting tapi karena tinggal di luar negeri harus sedikit dibedakan. Harus lebih tegas walau tidak dihilangkan unggah ungguhnya.

Baca juga: Laras Sekar Arum, Gadis Indonesia yang Memikat Eropa

”Karena ayah yang bekerja di perusahaan minyak dan gas asal Prancis kan sempat ke beberapa negara, salah satunya bertugas di Prancis. Waktu itu sebenarnya ditawari untuk membawa keluarga. Tapi ibu merasa ribet kalau harus pindah membawa anak-anak, lebih nyaman di Indonesia. Mungkin kategori orang daerah yang pemikirannya sulit diubah,” kisah Laras.

Ayahnya berangkat sendirian akhirnya tidak betah berjauhan dari keluarga. ”Karena ayah punya prinsip hidup susah tak masalah asal dekat dengan keluarga. Mangan ora mangan kumpul begitu kata orang Jawa. Jadi harusnya kontrak di Prancis diperpanjang, ayah memilih pulang,” pungkasnya.*

Teks: Kristina Rahayu Lestari   I   Foto: Dok. Pri