Cantik dengan Filler, Amankah?

Suntik filler merupakan salah satu prosedur kecantikan untuk mengembalikan kondisi kulit yang mulai kendur tanpa operasi. Filler wajah juga dapat menyamarkan keriput  atau bekas luka pada wajah untuk  sementara.  Bahan khusus yang terkandung dalam filler  bila diinjeksikan pada daerah wajah tertentu,  dapat membentuk bibir agar terilhat lebih penuh serta hidung mancung.

Perbedaan Suntik Filler dan Botox?
Menurut seorang pakar penuaan, dr. Olivia Ong, kedua suntik kecantikan ini berbeda dari fungsi dan bahannya. “Botox digunakan untuk mengurangi garis halus, meniruskan rahang yang besar, hingga mengurangi cuping hidung yang besar. Bahan-bahan yang terkandung adalah protein yang dimurnikan dari bakteri yang telah dimatikan. Bahan ini yang kemudian berfungsi untuk merileks otot dan secara otomatis dapat membuat garis halus menjadi berkurang. Sementara itu, filler digunakan untuk mengisi bagian yang kosong pada wajah, seperti; cekungan mata, garis senyum, bibir yang tipis, pipi yang cekung, hingga memperbaiki hidung yang kurang proporsional. Filler mengandung bahan-bahan alami yang diproduksi secara alami dalam tubuh , contohnya hyaluronic acid atau asam hialuronat,” terangnya.

Proses Filler
Umumnya proses akan berlangsung selama kurang lebih 15 menit. Pertama-tama, kulit akan disuntik dengan obat bius anestesi lokal. Kemudian, dokter menyuntikkan filler ke bawah permukaan kulit, atau pada area yang perlu ditangani. Beberapa filler perlu diberikan beberapa kali secara terpisah.
Tidak seperti operasi plastik, injeksi ini tidak menimbulkan luka. “Kemungkinan menimbulkan luka hampir nol persen. Bengkak yang mungkin timbul biasanya karena efek dari filler yang punya sifat mengembang karena menyerap air. Setelah injeksi, pasien bisa langsung beraktivitas karena tidak akan nampak luka yang signifikan,” jelas dr. Olivia.

Tags: