Indira Abidin: Kanker Pesan Cinta dari Allah

Indira Abidin: Kanker Pesan Cinta dari Allah

Kanker membawa Indira Abidin mengenali misi hidupnya. Berawal dari kerjasamanya dengan sahabatnya sesama penderita kanker bernama Nita, dia mendampingi para pasien lainnya dalam menghadapi kanker.

 

”Tepat 24 Oktober 2014 kami berdua untuk pertama kalinya membuat WA group dengan nama Lavender Ribbon Cancer Support Group. Lavender Ribbon atau pita ungu adalah simbol kampanye kanker yang kami pilih sebagai nama grup kami. Semua teman yang sebelumnya berkonsultasi secara prbadi, aku ajak masuk group,” urai Indira.

Dari satu grup menjadi banyak grup. Ada di WA, telegram, BBM, ada yang fokus membahas ECCT, self healing di Hanara (tempatnya menjalani teknik pernapasan qi), ada pula yang fokus membahas kegiatan mengaji Alquran.

”Terus terang aku tak bisa melayani semuanya. Nita, sahabatku yang bersamaku membantu menyemangati teman-teman berpulang duluan. Kini tinggallah aku membangun Lavender bersama para pengurus. Ada Ceu Indri, Pak Nofa Srefanus, Puji, Himawan, Teh Tati di Jawa Barat, Mbak Esti di Jawa Timur dan Yogya. Ada pula Mbak Lyra dan Mbak Titik yang turut membantu teman-teman melalui program coaching,” terang istri Siraj El Munir Bustami

Di Lavender, ibunda Hana Nabila ini menyaksikan bahwa kanker bukanlah musuh. Itupula alasannya tak mau menyematkan kanker sebagai vonis yang harus dijalani.

Menurut Indira konotasi vonis lebih membawa seseorang meratapi dan mendendam pada penyakit tersebut. ”Kanker sebagai anugerah itu buat saya bisa diterima mudah. Tapi banyak orang nggak bisa terima. Jadi kata dokter saya lebih baik  sebutannya diganti menjadi kurikulum kanker. Kami adalah ’penerima kurikulum kanker’, bukan penderita kanker’,” ucapnya.

Sebab menurut Indira, ”Kanker adalah pesan cinta Allah pada hamba-Nya untuk kembali kepada-Nya, untuk menyambut undanganNya mensucikan diri, kembali pada fitrah. Banyak yang hidup melenceng dan berbahagialah mereka yang mampu menerima hikmah yang Allah sampaikan melalui kanker.”

Di Lavender, Indira menyaksikan kekuatan jiwa banyak teman-teman. Mereka yang tadinya tak berhenti menangis, demotivasi, patah semangat, bisa bangkit kembali bahkan menyemangati teman-teman lain.

”Yang tadinya bertanya padaku, ’Mana bisa mensyukuri kanker? Bisa nerima saja sudah bagus,’ sekarang bisa terus tersenyum penuh syukur dan berbagi syukur. Yang tadinya bingung mengatur dari pola makan, pola pikir, bisa menjadi pembelajar yang hebat dan mampu kemudian mengajarkan orang lain berdasarkan pengalamannya sendiri,” papar Indira.

Istirahat dan Jadi Vegan

Selain melalui WA grup, Indira mengasah kemampuannya menulis. Melalui tulisan yang diunggah di blog pribadinya mampu hadir dimanapun dia dibutuhkan. Banyak yang mencetak blog tersebut dan membukanya setiap kali mereka sedih atau demotivasi.

Baca juga: Indira Abidin: Allah Merengkuhku dengan Kanker 

”Hampir setiap pagi aku sempatkan untuk menyemangati teman-teman di grup. Dan itupun ternyata mampu membangkitkan semangat. Training online, coaching via WA, bahkan terapi lewat WA juga ternyata memungkinkan di tengah kesulitan waktu untuk bertemu fisik. Fisikku yang sedang mengikuti training di Jakarta bisa membantuku mengadakan training melalui WA bagi teman-teman di Yogyakarta. Semua berkat tulisan dan teknologi.

Terhitung sejak tahun 2015 Indira dinyatakan sembuh dari kanker payudara. Rasa syukur tak henti-henti diucapkan Indira.

Sebagai wujud rasa syukurnya, wanita kelahiran 29 Oktober 1969 itu sangat menjaga pola hidupnya dengan menjadi vegetarian. Selain menjadi vegan, Indira juga disiplin waktu. Malam hari waktunya beristirahat.

”Saya sudah tidak ada event malam, hampir tidak pernah hadiri apapun malam, Malam itu istirahat. Manajemen waktu penting, saatnya genting ya genting, istirahat ya istirahat,” tandas Chief Happines Officer Fortune Indonesia.

Pada Ramadan lalu, bersama sahabatnya Nina Nugroho, seorang fashion designer, Indira mendirikan komunitas bernama Active Muslima Community (AMC).

Menurut Indira, AMC memiliki aktivitas bulanan dimana para anggota berkumpul untuk mendapatkan sharing ilmu dan pengalaman dari para ahli dan praktisi terkait dengan tantangan dan solusi multi peran seorang wanita muslimah. Selain itu AMC juga memiliki forum online berbasis Whatsapp dimana semua anggota dapat bertanya dan saling berbagi solusi secara langsung dan berkelanjutan. Topik bahasan meliputi keluarga, karier dan fashion.

”AMC merupakan perkumpulan para wanita muslimah yang aktif berkarya, baik sebagai karyawan, professional, maupun pengusaha. AMC didirikan untuk membantu anggotanya dalam menjalankan peran terbaiknya, baik di keluarga maupun di profesi yang ditekuninya,” tutup Indira. *

Teks: Dewi Muchtar   I   Foto: Dok.Pri