Didit Hediprasetyo, Simplifying Couture

Berlangsung sejak tanggal 2 hingga 6 July 2017, Paris Haute Couture Week  secara otomatis menjadi tolak ukur tren bagi para pecinta high fashion seluruh dunia.  Salah satu desainer Indonesia turut unjuk gigi di runway megah nan glamor ini, tidak lain adalah Didit Hediprasetyo.

Tak mudah menembus Paris Haute Couture Fashion Week mengingat ketatnya persyaratan dan tingginya persaingan di ajang mode paling bergengsi di dunia ini.  Sungguh membanggakan, di tahun 2010, Didit menjadi desainer couture pertama dari Indonesia yang menggelar peragaan adibusana di Paris Couture Fashion Week  hingga kini. Putra semata wayang  dari Titiek Suharto dan Prabowo Subianto ini secara konsisten memperagakan koleksi adibusananya  di Paris. 

Kekuatan Didit di setiap koleksinya adalah modern, simpel dan clean look yang menekankan pada keindahan  dekor yang minimal.  Couture tak harus penuh detil rumit, hal inilah yang ingin disampaikan Didit.  Desainer kelahiran 1984 ini lebih mengutamakan teknik dan penggunaan material yang tepat serta siluet daywear yang ringan. Kemahirannya tak bisa diremehkan, terlihat dari cutting yang canggih seperti detail drappery namun tetap terlihat praktis dan sophisticated, menjadikan koleksinya terbarunya a  wearable couture.

 Sejak kurang lebih tujuh tahun lalu,para pengamat mode Perancis telah meramalkan Didit akan jadi kekuatan baru di industri fesyen. Alumnus Parsons School of Design ini telah banyak menorehkan prestasi di kancah dunia, antara lain sebagai  satu-satunya perancang dari Asia yang  mendesain interior  mobil mewah limited edition  asal Jerman, BMW.  Didiet dikenal sukses sebagai desainer yang mampu menghadirkan nuansa couture dalam gaya simple dan minimalis.

Tags: