Indira Abidin: Allah Merengkuhku dengan Kanker

Indira Abidin: Allah Merengkuhku dengan Kanker

Saat pertama kali didiagnosa kanker payudara dunia tidak seketika dunia terasa runtuh bagi CEO Fortune PR Indira Abidin. Dia justru sangat bersyukur dan bahagia ketika mengetahui di payudara kanannya terdapat sel kanker .

 

Sejatinya November 2012 adalah masa yang berat bagi Indira Abidin. Setelah menjalani USG dan mamogram di National Cancer Center Singapura, dokter yang memeriksa melihat ada  massa yang tampak berbahaya di payudaranya.

Bukan menangis sejadi-jadinya, Indira langsung menjalankan salat malam. Dalam doanya dia bertanya kepada Allah, apa maksud memberikan kanker kepadanya. Dia yakin ada alasan kuat dan baik dari Sang Pemberi Sakit kepadanya.

Setelah merenung dalam sujud setelah salat, Indira  mulai bahagia luar biasa dan bersyukur. ”Karena aku yakin kanker adalah cara Allah merengkuhku ke pelukan-Nya,” katanya.

”Kenapa demikian? Karena  setiap orang yang sakit menjadi lebih banyak ibadah, lebih dekat dengan Allah karena ingin sembuh. Aku syukuri ini. Kurasakan cintaNya padaku. Orang yang sakit dihapus dosanya. Sakit kanker insya Allah bisa mensucikan aku. Aku syukuri ini. Allah ingin aku suci. Subhanallah,” ungkap Indira, seraya mengenang.

Menurut Indira, Allah hanya akan berikan cobaan yang sanggup dipikul hamba-Nya. Meski tetap ada pertanyaan apakah ini berarti Allah menganggap dirinya sanggup memikul kanker?  Padahal ini adalah penyakit besar, sepercaya itukah Allah kepadanya?

”Syukur alhamdulillah, aku merasa tersanjung benar. Aku sekarang punya pengalaman menyembuhkan kanker. Ini bisa sangat menginspirasi masyarakat sedunia, apalagi kalau aku bisa temukan jalan yang mudah, murah, efektif. Aku syukuri lagi kankerku ini,” tutur Indira.

Seandainya pun karena kanker itu dia meninggal, Indira tak akan menyesalinya. ”Aku sudah happy hidup puluhan tahun di dunia. Syukur alhamdulillah. Masa aku tak syukuri hidup yang sudah sedemikian indahnya Allah aturkan untukku? Nikmat-Nya yang mana yang hendak kuingkari?” begitu Indira berusaha berdamai dengan dirinya sendiri kala itu.

Menurut Indira, jika pun pengobatannya tak berhasil, maka dia dan keluarga memiliki kesempatan untuk ’bersiap-siap’ menjemput panggilan-Nya. ”Kusyukuri ini karena banyak orang yang meninggal dadakan, tak ada persiapan, keluarga pun syok. Syukur alhamdulillah, setelah aku jalani dengan penuh syukur, aku bersyukur lagi karena makin banyak perhatian orang padaku. Semua ingin membantu dan mendoakan,” ungkapnya.

Begitu banyaknya orang yang peduli dan membantu, Indira sampai bingung membalas kebaikan mereka. ”Akhirnya kubilang pada Allah, kubalas kebaikan semua orang ini dengan berbuat baik lagi ke orang lain yang membutuhkan. Semoga Allah ridho,” tuturnya.

Aktifkan Dokter dalam Tubuh

Untuk penyembuhan penyakit kanker payudara yang dideritanya, Indira memilih jalan alternatif. Ia mengaku sejak kecil sangat takut minum obat dan anti berobat ke rumah sakit.

Indira mengenang, orang tuanya selalu kesulitan memberi obat saat dia sakit. Dia sendiri selalu yakin bisa sembuh tanpa obat. ”Jadi nggak suka banget sama rumah sakit. Masuk rumah sakit saja sudah stres, bagaimana bisa sembuh. Pertimbangan lain kenapa saya pilih pengobatan alternatif karena karena banyak saudara, tante, adik nenek dan lain-lain pakai medis dan tidak ada yang bisa sembuh,” ungkapnya.

Maka dari itu, setelah hasil diagnosa menyatakan dirinya menderita kanker payudara, Indira langsung mencari dan belajar self healing. ”Belajar cancer self healing dari internet. Setelah itu langsung ubah pola makan, langsung vegetarian,” jelasnya.

Pada Januari 2013 Indira mulai menggunakan jaket listrik hasil inovasi Prof Warsito untuk mengatasi kanker tersebut. Bersyukur, di akhir tahun tingkat keganasan, atau aktivitas sel menurun sampai pada tingkat jinak.  

Padahal di awal tahun 2013, tingkat aktivitas sel ada pada tingkat 85% yang berarti sangat ganas. Pada awal tahun 2014 ini tingkat keganasan sudah turun menjadi 9%. Batas jinak dan ganas di klinik C Care adalah 30%.  Jadi tumor yang memiliki aktivitas sel di bawah 30% dapat dinyatakan jinak.

”Berdasarkan pengukuran USG ukuran kanker di payudara saya pada awal tahun 2014 sudah mengecil, hanya tinggal setengah dari ukuran sebelumnya di awal tahun 2013. Dan dari hasil breast scan di C Care kita bisa mengetahui bahwa tumor yang sudah mengecil ini hanya memiliki aktivitas sel 10%, Sudah jauh turun dibanding aktivitas sel 85% setahun sebelumnya,” ungkap Indira.

Meski belum hilang sama sekali, Indira meyakini bahwa penanganan kanker yang dideritanya sudah ada pada jalur yang benar. ”Saya masih harus berjuang menurunkan tingkat aktivitas sel dari 10% ke 0%. Alhamdulillah setelah 1,5 tahun menjalani terapi dengan jaket listrik ini, akhirnya aktivitas sel kanker saya benar-benar menjadi 0 persen,” urainya.

Tidak berhenti di situ, Indira juga mengikuti sejumlah terapi kesehatan yang menunjang kesembuhan penyakitnya. Dengan tujuan tidak sekadar bebas kanker, melainkan juga berusaha membangun kesehatan lahir batin, yaitu melalui seni pernafasan qi.

”Dalam tubuh kita terdapat aliran energi yang dalam ilmu kedokteran China disebut sebagai energi qi, mengalir untuk menjaga setiap organ bekerja baik. Energi qi harus dilatih untuk menjaga agar sirkulasi qi terus mengalir dengan baik dan bekerja memperbaiki berbagai organ tubuh. Qi mengalir melalui meridian (jalur energi) dalam tubuh. Sirkulasi qi internal ini yang penting dijaga untuk menjaga organ tubuh dan imunitas bekerja optimal,” papar Indira.

Cara latihan qi sangat sederhana. Pasien hanya harus duduk tanpa bersandar, tangan ditelungkupkan di atas paha, lidah naik ke langit-langit mulut. Tutup mata dan pusatkan pikiran ke ulu hati.

”Bernafas seperti biasa. Untuk bisa memusatkan pikiran ke ulu hati, saya biasa mengucapkan zikir subhanallah, alhamdulilah, Allahu akbar, astaghfirullah atau lailahailallah sambil menghitung di ulu hati. Jadi bayangkan ada angka dalam ulu hati yang berwarna terang,” terang Indira.

Qi menstimulasi berbagai organ dalam otak termasuk kelenjar-kelenjar hormon agar hormon kita lebih seimbang. Hal ini penting sekali bagi kita semua, terutama yang mengalami kanker yang dipicu oleh hormon.

Selain memperbaiki berbagai organ tubuh, menjaga kesehatan tubuh dan mencegah kanker datang kembali, latihan pernafasan qi juga membantu Indira  menghadapi stres dengan tenang. ”Zikir dengan khusyuk sambil memusatkan pikiran hanya pada kata-kata zikir dan bawah pusar membantuku untuk menjaga ketenangan, mengendalikan diri serta emosi, dan menjaga kebersihan pikiran dari berbagai hal yang mengganggu. Akhirnya qi bukan hanya membantu kita sehat tubuh tapi juga sehat tubuh, jiwa dan pikiran (body, soul, mind),” jelasnya. *

Teks: Dewi Muchtar   I   Foto: Dk.Pri