Brand Kosmetik Ini Tanggalkan Cruelty Animal Free Testing

Brand Kosmetik Ini Tanggalkan Cruelty Animal Free Testing

NARS merupakan salah satu dari banyak label make up internasional yang ikonik. Label yang berasal dari Perancis sejak tahun 1994 ini digawangi oleh seorang penata rias dan fotografer, François Nars. A, yang merasa tidak puas dengan produk-produk yang ada di pasaran.

Cruelty animal free telah menjadi tren bagi banyak label make up saat ini. Kosmetik yang tidak menggunakan hewan sebagai uji cobanya tentu mendapat banyak dukungan, tidak hanya dari para pecinta binatang tapi juga seluruh kalangan.

Berbeda dengan yang lainnya, NARS mengumumkan bahwa label ini tak lagi memakai tanda cruelty animal free sejak memasarkan produknya di China. Seperti diketahui, China merupakan salah satu negara yang mewajibkan tes uji pada hewan untuk berbagai produk seperti kosmetik dan obat-obatan.

Berikut adalah tanggapan yang ditulis NARS pada akun instagramnya :

“Kami ingin Anda tahu kami mendengar Anda. Penghapusan pengujian hewan secara global perlu terjadi. Kami sangat percaya bahwa keamanan produk dan bahan dapat dibuktikan dengan metode non-hewani, namun kami harus mematuhi undang-undang setempat tentang pasar tempat kami beroperasi, termasuk di China. Kami telah memutuskan untuk memasarkan NARS di China untuk membawa visi kecantikan dan kesenian kepada penggemar di wilayah ini. NARS tidak menguji hewan atau meminta orang lain untuk melakukannya atas nama kami, kecuali bila diwajibkan oleh undang-undang.”

Di post yang sama, NARS juga memberikan pernyataan sebagai berikut :

“NARS berkomitmen dan aktif bekerja untuk memajukan metode pengujian alternatif. Kami bangga mendukung Institute for In Vitro Sciences (IIVS), sebuah organisasi yang diakui secara global di garis depan untuk memajukan metode non-hewani di China dan di seluruh dunia. NARS berharap bersama-sama, kita bisa bekerja menuju dunia yang bebas dari kekejaman. "

Tentu saja hal ini menimbulkan kontroversi tersendiri. Banyak konsumen yang kecewa dan menyebut NARS hanya mengejar profit dibandingkan mempertahankan ‘nilai’ yang selama ini dibangun.

“Jika Anda ingin dunia yang bebas kekejaman, jangan memasarkan produk Anda di China,” tulis @vnocemakeup di Instagram. “Buat China mengubah aturannya dan kemudian kita dapat berbicara tentang penghapusan pengujian hewan secara global,” lanjutnya. Pendapat lain pun kebanyakan berbau sentimen, menganggap bahwa alasan NARS tersebut tidak masuk akal. Kini, di Instagram dan Twitter, para netizen pun mempopulerkan hashtag #boycottNARS.