Ahli Gizi: Masyarakat Salah Persepsi Tentang Keripik Sayur

Ahli Gizi: Masyarakat Salah Persepsi Tentang Keripik Sayur

Keripik sayur menjadi menjadi tren baru untuk kudapan sehat. Makanan yang berasal dari potongan sayur-sayuran ini menjadi incaran para individu yang ingin mengganti kebiasaan ngemil dengan pilihan makanan yang lebih sehat.

Namun, sebuah riset yang dilakukan baru-baru ini mengungkapkan bahwa produk keripik sayur yang beredar di pasaran tidak dapat dianggap sebagai makanan sehat apalagi jika disetarakan dengan sayuran. Penelitian yang dilakukan Charlotte Sitling-Reed, ahli gizi dan praktisi nutrisi itu menyebut bahwa dua pertiga dari keripik sayuran terdiri dari sayuran dan sisanya merupakan minyak dan garam. Dengan kata lain, keripik sayuran memiliki manfaat sayur yang sangat sedikit meski terbuat dari sayuran.

“Kenyataannya, keripik sayuran terdapat kandungan lemak jenuh serta garam lebih tinggi dibanding dengan keripik umumnya,” ungkapnya seperti yang dilansir Metro.co.uk.

Menurutnya masyarakat banyak yang salah persepsi tentang keripik sayur sehingga mengkonsumsi makanan ini secara berlebihan. Padahal kelebihan konsumsi lemak dan garam kurang baik untuk tubuh. Ia juga menempatkan keripik sayur setara dengan camilan lain seperti kentang goreng atau keripik kentang. Untuk itu ia merekomendasi agar camilan ini yang tidak boleh dikonsumsi berlebihan.

Keripik mengandung banyak garam dan lemak. Dua komponen inilah yang menjadikan mereka lezat. Keduanya, lagi-lagi juga terdapat dalam keripik sayuran.

Bila berkeinginan mengkonsumsi makanan sehat, ia menyarankan untuk mengkonsumsi buah mentah dan bukan makanan olahan seperti keripik sayur. Menghindari makanan olahan dan mengkonsumsi makanan yang segar serta alami adalah langkah tepat untuk menjaga kesehatan.

 

Teks: Tryas Ow