Semarak Hari Raya

Mengintip Kemeriahan Festival Meriam Karbit Pontianak

1 1 1

Festival Meriam Karbit Pontianak menjadi agenda pariwisata yang paling ditunggu saat Lebaran. Event tahunan yang dilaksanakan setiap malam takbiran ini menghadirkan 259 Meriam yang dimainkan oleh 44 kelompok meriam karbit dari pontianak. Pada tahun ini, Festival Meriam Karbit dilaksanakan pada 24 Juni 2017 kemarin dan dipusatkan di Gang Kamboja pinggiran Sungai Kapuas.

Festival Meriam Karbit merupakan permainan tradisional yang tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan masyarakat Kota Pontianak, karena permainan meriam karbit memiliki sejarah berdirinya Kota Pontianak.

Semarak acara sudah dimulai sejak sore hari. Ribuan pengunjung yang berasal dari masyarakat kota Pontianak dan sekitarnya mulai tampak memenuhi pinggiran sungai kapuas. Terlihat juga wisatawan mancanegara yang sengaja hadir untuk menyaksikan acara tahunan ini.

Soal akses, lokasi festival  terbilang sangat mudah dituju, baik dari jalan darat maupun sungai dengan berbagai moda angkutan. Namun, Jalur darat akan mengalami macet total karena ramainya pengunjung yang menggunakan mobil dan motor, sedangkan jalur sungai lebih lancar diakses karena masih belum populer.

Untuk mendapatkan spot terbaik, pengunjung akan memilih menyaksikan dari darat di bagian pinggir cafe yang banyak tersebar di pesisir sungai di lokasi permainan meriam. Karena lokasi cafe berada di atas pesisir sungai sebaiknya pengunjung tidak memaksa masuk jika kapasitas cafe sudah penuh. Dikhawatirkan bangunan cafe yang sebagian bukan permanen akan roboh.

Sayangnya spot di cafe terasa monoton karena  tidak bisa berpindah-pindah. Layanan di cafe  juga jauh dari sikap profesional. Selain lama, varian makanan dan minuman yang dijual tidak pernah mengalami modifikasi. Terlebih citarasanya pun tak pernah benar-benar dipikirkan benar-benar. Tempat duduk dan meja terkesan kumuh, suasana lampu dibuat remang-remang. Tidak dianjurkan buat pengunjung yang datang membawa keluarga.

Bagi yang ingin menyaksikan atraksi permainan meriam karbit dengan sudut pandang lain, Anda dapat memilih sejumlah restoran terapung yang berada di sepanjang sungai kapuas. Resto terapung tersebut merupakan kapal-kapal tradisional yang difungsikan sebagai resto terapung. Walau agak mahal, tetapi suasana lebih terasa menyenangkan. Kapal resto bersandar di tempat-tempat strategis seperti di depan Taman Alun Kapuas atau di dermaga Shang Hie.          

Wisatawan Bisa Ikut Menyalakan Meriam

Permainan meriam karbit juga terbuka untuk para wisatawan. Dengan membayar tiket sebesar Rp 5.000-10.000 untuk sekali menyundut meriam, wisatawan dapat menjajal sensasi membunyikan meriam karbit. Dentuman keras serta getaran dari meriam dijamin membuat jantung memacu lebih cepat. Pastikan sebelum menyundut telinga Anda sudah ditutup dengan media penutup, karena efek bunyi dan getaran mampu merusak gendang telinga.

Sejak beberapa tahun terakhir, panitia Festival Meriam karbit sengaja membuat lomba untuk para peserta meriam. Kriteria yang dinilai yakni bunyi dentuman ternyaring dan mengelegar, desain meriam dan dekorasi sekitar tempat meriam diletakkan,  kostum pemain, serta aneka kreativitas dengan mengangkat seni budaya lokal yang mampu memikat wisatawan. Panitia menyediakan hadiah total  39 juta rupiah untuk para juara.

 

Teks: Budi Hartono