Juadah Klangenan Masyarakat Pontianak

1 1 1 1

Hari terakhir Ramadhan identik dengan kemunculan pasar Juadah. Pasar kaget yang menyajikan menu takjil dan makanan khas ramadan yang tersebar di berbagai lokasi strategis di kota Pontianak. Walau antusias tidak seramai hari-hari sebelumnya. Pasar juadah mudah ditemui di tempat strategis seperti taman kota, halaman masjid dan pasar.Berbagai varian makanan kecil klasik, modifikasi maupun yang moderen dijual dari kisaran harga 500 rupiah hingga 1,500 rupiah perpotong. Tabloid Wanita Indonesia menemukan juadah klasik yang keberadaannya hanya bisa dijumpai selama bulam Ramadhan.

Kue pasung

Kue kuno dengan citarasa manis legit. Terbuat dari adonan tepung beras, santan kental dan gula merah yang dimasukkan ke dalam cetakkan daun pisang berbentuk kerucut. Adonan yang telah dimasukkan ke dalam pisang, dikukus dengan cara diberdirikan diatas alas berlubang di dalam panci pengukus. Penggunaan gula merah dan santan kental menghasilkan warna cokelat mengkilap. Aromanya pun sedap nian.

--------------------------------------------

Kue Penanan Pelita

Terbuat dari adonan tepung beras, santan kental dan gula pasir. Adonan dimasukkan ke dalam cetakkan berbentuk persegi terbuat dari daun pandan berukuran besar. Rasa kue manis legit dengan aroma harum khas dari daun pandan. Kue Penanan Pelita dinamakan pula Lampu-lampu dan merupakan salah satu resep warisan dari keraton Kadaryah Pontianak.

--------------------------------------------

Kue Talam Perenggi

Terbuat dari adonan perenggi atau labu kuning, tepung beras, gula pasir dan santan. Dicetak menggunakan mangkuk kecil dan dimasak dengan cara dikukus. Rasanya manis legit.

--------------------------------------------

Ketupat Udang Sesar

Ketupat matang ditopping dengan tumisan udang sesar atau rebon. Udang ditumis dengan bumbu , diantaranya cabai kering, bawang merah dan bawang putih. Rasa pedas, gurih dan sedikit manis mampu membuat penikmatnya ketagihan.


Teks: Budi Hartono