Si.Se.Sa Gelar Parade Busana Syari Bernuansa Batik

Fashion muslim kini diidentikkan dengan sebutan modest wear, bermakna busana yang sopan. Busana sopan belum tentu syari, sebaliknya, busana syari sudah pasti sopan. Label Si.Se.Sa pun hadir ditengah maraknya modest wear sebagai salah satu label busana yang mempopulerkan kiblat syari.

Menampilkan 69 koleksi, Si.Se.Sa Annual Fashion Show 2017 digelar dengan tajuk KELUARGI yang berarti keluarga dalam bahasa Jawa. Tema ini diangkat berdasarkan perjalanan Si.Se.Sa di tengah masyarakat, yang bertumbuh karena dukungan penuh keluarga, hingga para pelanggan setianya pun yang telah akrab seperti keluarga sendiri.

Setelah memutuskan untuk berfokus pada busana muslim syari pada tahun 2013, koleksi Khimar (kerudung panjang yang menutupi bagian dada di depan dan pinggul di sisi belakang) menjadi andalan label yang didirikan oleh tiga putri dari desainer muslim Merry Pramono ini. Dibagi menjadi 4 sub-label, Si.Se.Sa berhasil merangkul pasar secara luas mulai dari dewasa, muda hingga anak-anak.

Segala batasan dalam berbusana muslim, justru menantang Siriz, Senaz dan Sansa untuk selalu menghadirkan karya kreatif dengan menciptakan berbagai siluet baru.    Untuk koleksi terbaru, penggunaan teknik cetak di atas bahan sifon, crepe, dan jersey dipadukan dengan desain Gebyok, yaitu pilar khas mesjid Kudus, Jawa Tengah, yang kemudian diolah menjadi motif batik inovasi baru. Taburan kristal Swarovski dan permainan bordir juga ikut mempercantik deretan busana, tanpa membuatnya terlihat berlebihan.

Tags: